Penghujung tahun 2019 kemarin masyarakat Indonesia dikagetkan cerita tentang mahasiswa salah satu universitas yang sedang menjalain KKN di desa mistik.

Cerita yang didapat dari Twitter dengan judul KKN di Desa Penari sontak disebu oleh masyarakat. Banyak orang berspekulasi jika latar belakang cerita tersebut berada di Banyuwangi.

Karena cerita itu, masyarakat menduga lokasi KKN berada di Desa Penari Banyuwangi.

  • Alas Purwo

Daerah yang terletak di ujung Jawa Timur sebelah timur ini memang kental akan kisah horor, bahkan jauh sebelum KKN Desa Penari Banyuwangi booming.

Datang ke Banyuwangi, Anda harus datang ke Taman Nasional Alas Purwo. Menurut cerita warga setempat, di Alas Purwo terdapat kerajaan makhluk halus, seperti cerita KKN di Desa Penari. Di Alas Puwo disebut sebagai kerajaan bangsa jin yang berkumpul dari seluruh nusantara.

BACA JUGA : Rental mobil banyuwangi murah 2020

Sebenarnya, Alas Purwo merupakan wilayah yang ada G-Land pantai bereputasi sebagai wahana selancar ombak kelas internasional.

Alih-alih hutan atau lembah, di Alas Purwo Anda akan menemukan keindahan pantai, ombak bergulung nan tinggi, dan matahari tenggelam kala sore yang menghapus kesan horor.

Cerita horor yang berkembang ternyata tidak mampu menutupi keindahan tempat tersebut.

  • Rowo Bayu

Destinasi wisata yang erat kaitannya dengan kisah KKN di Desa Penari Banyuwangi ri berikutnya adalah Rowo Bayu, yang memang dikeramatkan oleh warga.

Walaupun memiliki pemandangan eksotis, dahulu kala di tempat ini pernah terjadi perang tiada habis, yang dikenal dengan sebutan Perang Puputan.

Perang tersebut terjadi pada tahun 1771. Selama peperangan tersebut, VOC mampu menghabisi nyaris semua penduduk Kerajaan Bayu. Warga percaya jika Danau Rowo Bayu dihuni oleh makhluk halus korban peperangan tersebut.

Menurut cerita warga lokal, di Rowo Bayu ada penunggu bernama Nyai Resek. Bagaimana, ada kesamaan dengan kisah KKN di Desa Penari Banyuwangi?!

  • Keraton Macan Putih

Dulu, Desa Macan Putih adalah wilayah Ibu Kota Kerajaan Blambangan ketika dipimpin oleh Prabu Tawang Alun tahun 1655-1691 Masehi. Kerajaan ini berdiri pada abak ke-13 dan mengalami keruntungan pada abad ke-18.

Beberapa peneliti mencoba menggali informasi sebanyak mungkin mengenai Desa Macan Putih. Hasilnya, ada lokasi yang diperkirakan pernah menjadi tempat ngaben Raja Tawang Alum beserta 260 selir yang ikut ritual sati atau membakar diri hidup-hidup sebagai bukti kesetiaan terhadap raja.

Melihat tiga lokasi di atas beberapa orang berasumsi kalau Desa Penari Banyuwangi benar-benar ada dan bukan karangan saja. Tertarik berkunjung?

× Kami online